Selasa, 28 April 2015

Dua Mingguku yang Berarti

Belum begitu telat kan kalau aku memposting mengenai Lomba Duta GenRe 2015 Propinsi Bali di hari ini? 
Aku yakin belum banget :D #jawabsendiri 

Okay....kenapa aku posting dengan judul "Dua Minggu yang Berarti"?
Aku posting dengan judul ini karena benar-benar kuhabiskan waktuku selama dua minggu bersama mereka. Yah....ceritanya sihh aku jadi official mereka "CERITANYA" lho ya.... wkwkwk....

Kalau salah seorang sahabatku memposting tentang mereka dari segi sudut pandang sebagai sahabat yang menyaksikan lombanya, aku di sini memposting dari segi sudut pandang orang yang mendampingi mereka sekitar H-14 dari hari lomba ya bisa dibilang 2 minggu sebelum lomba. 
Aku dan yuni foto bersama dengan peserta perwakilan Duta GenRe dari
PIK- M Kula Jana Nuraga UNHI

Ngebayangin saat 2 minggu itu aja udah bikin aku senyum-senyum sendiri. Okay, sekitar dua minggu sebelum lomba tepat setelah kami menyelesaikan ujian tengah semester kami, aku malah iseng mengajak mereka ( si para calon peserta waktu itu) pergi bersepeda. Ide ini hadir saat ak pergi menjemput ibuku sore itu. 
"Eh  langit cerah ya Kayaknya seru kalo ke pantai sepedaan" Kataku di messenger kepada salah satu peserta.
"Berdua aja?" 
"Engga, aku mau ajak dewik" dan langsung kuhubungi dewik 
"Wik, sibuk?" Tanyaku lewad sms.
"Engga day, kenapa?" 
"Kita sepedaan yuk ke pantai?"
"Berdua aja?"
"Enggak, ama si pasek juga" jawabku 
"Yuk nae, kumpul dimana?"
"Di rumahku" 
Bukannya kami menyiapkan materi, kami malah sepedaan. Kami sepedaan sampai sekitar setengah delapan malam.

Keesokan harinya aku mulai mengatur jadwal mereka untuk membuat materi yang ingin mereka sampaikan. Dari hari senin tanggal 13 april 2015, mereka harus sudah mulai membuat materi mereka dengan batas waktu hingga hari jumat tanggal 17 april 2015, "kenapa tanggal 17 april? Padahal pengumpulan akhir tanggal 20" alasannya bukanlah agar tidak mepet, tapi alasan awal kami adalah karena aku dan dewik tiba-tiba jadi Buta Kalender dan si pasek dia ikut-ikut aja ngedeadline sampai hari itu. "We just prefer doing all our work in a deadline-induced panic" kalau kata gambar yang ada di hpku.

Singkat cerita mereka mengerjakan materinya selama sekitar tepat 4 hari setelah berusaha bekerja cepat bahkan hinga kemalaman di rumahku, materi dewik belum 100% selesai, baru saja 90%. Saat hari keempat itulah aku baru tersadar kalau hari tanggal 20 bukanlah hari Minggu., dan hari itu pula aku mendapat pesan dari bkkbn kalau lomba yang awalnya diadakan tanggal 29 dimajukan menjadi tanggal 26. Segeralah aku mengabari Dewik yang sedang berada di kampungnya yang sedang mencari buah manggis pesanan 
"Wik, aku punya dua kabar"
"Kabar apa day?" 
"Kabar baik dan kabar buruk"
"Apa kabar baiknya?"
"Kabar baiknya tanggal 20 hari senin, jadi ngirimnya bisa tenang, lengkapi data-data juga" 
"Kabar buruknya?"
"Kabar buruknya, aku dapat info dari bkkbn, lombanya dimajukan menjadi tanggal 26"
"Masak day?" Seketika dia shock. "Pasek udah tau? Aku ga tau bisa ikut atau engga lho day, aku ada upacara adat di kampung"
"Sebentar aku kasi tau" langsung menghubungi pasek.
"Sek, inget copyan akta kelahiran. Dan info, lomba dimajukan tgl 26"
Dengan santainya dia menjawab " owh...iya. Dewik gimana materinya?" 
"Udah selesai kok. Tapi dia ga yakin bisa ikut atau engga soalnya dia ada upacara di kampungnya" 
"Terus siapa yg ngewakilin?"
"Ga tau aku" jawabku
"Kok ga kamu aja, day?" 
"Kan semuanya tergantung ama pilihan ketua dan pembina"

Keesokan harinya sekitar pukul 19.00 WITA Dewik datang membawakan buah manggis pesanan ibuku ke rumahku. 
"Gimana wik? Bisa kan ikut lomba?" Tanyaku 
"Bisa kok day, aku sempet shock takut ga bisa ikut, sampai-sampai aku bengong tau di rumah, gara-gara denger kabar lomba dimajuin. Aku awalnya udah yakin bisa ikut lomba kalau tanggal 29. Untung tanggal 26 acaranya di rumah baru *nunas tirta ke pura- pura"
"Ya...syukurlah kalau bisa ikut. Seriusan kemarin aku juga shock waktu dibilang lomba bakal dimajuin."
"Aku juga kemaren selesai nyari manggis langsung bengong gegara aku takut ga bisa lomba, terus akhirnya aku ceritain ama bapakku. Dan dijinin"
"Oke dehh kalau gitu lagi 2 hari, kita kirim materinya"

Dua hari kemudian 
"Wik, kita sebaiknya menghadap pembina dulu, kita sekalian tanya  soal dimana kita bakal jahit bajunya"
Segeralah setelah mata kuliah berakhir, kami menghadap pembina. Dan membantu dewik melanjutkan sedikit lagi materinya. sebelum melanjutkan materi aku dan dewik membeli mie ayam untuk makan siang kami dan simpang ke rumahku untuk mengambil kunci basecamp kami yaitu Sekre PIK-M Kula Jana Nuraga. Saat kembali ke rumah aku sekalian menaruh lagi buku-bukuku.
"Day, akteku mana?"

Segeralah aku cari akte dewik di dalam tasku. Dan tadaa akte kelahirannya juga ikut tersangkut di rumahku.. Batalah rencana awal kami yg rencanya kerja di basecamp kami dan kami segera peegi dari basecamp untuk mencari kain di Pasar Badung untuk baju mereka, setelah itu kami langsung mengungsi ke rumahku untuk mengirim data mereka. 

Singkat cerita, saat tanggal 26 April 2015. Bagiku mereka sudah tampil dengan baik, aku dan Yuni lumayan yakin salah satu dari mereka mendapat juara. Namun, takdir berkehendak lain, mereka secara kasatmata memang tidak mendapat juara pada lomba itu. Tapi, bagiku mereka sudah menjadi juara karena mampu mengalahkan kegentaran mereka untuk berbicara di depan umum, bahkan akupun mungkin tak mampu untuk melawan rasa gentarku untuk berbicara di depan umum. 

Tidak ada komentar

Posting Komentar

© Day's Note
Maira Gall